Tuesday, April 27, 2010

2010 WORLD UNIVERSITY RANGKING


1. 1. 1 . . Massachusetts Institute of Technology United State

Spanning five schools — architecture and planning; engineering; humanities, arts, and social sciences; management; and science — and more than 30 departments and programs, an education at MIT covers more than just science and technology.
Arts, business, foreign languages, health and more complete an education at MIT, and the Institute makes freely available its class lecture notes, exams and videos through MIT's

2. 2. Stanford founded the University United State

Located between San Francisco and San Jose in the heart of Silicon Valley, Stanford University is recognized as one of the world's leading research and teaching institutions.

Leland and Jane Stanford founded the University to "promote the public welfare by exercising an influence on behalf of humanity and civilization." Stanford opened its doors in 1891, and more than a century later, it remains dedicated to finding solutions to the great challenges of the day and to preparing our students for leadership in today's complex world.

3. 3. Harvard University United State

Harvard University is proud to be an integral part of Greater Boston. The vitality of our host communities, united with the academic and cultural power of Harvard, results in extraordinary, mutually beneficial relationships that enrich lives both at Harvard and in the community.

4. Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) Mexico

5. Berkeley University of California United State

Historical highlights, arranged by topic, following the campus's development — from UC's founding in 1868 to a turn-of-the-century building boom, a research explosion in the 1930s, the Free Speech Movement of the '60s, and Berkeley's key role today in science and technology revolutions.

6. Peking University China

Direkomendasikan oleh Departemen Pendidikan dan Kota Beijing Sains dan Teknologi Awards 2010 menerima direktori proyek nasional 19 Maret 2010 rilis. Dari jumlah tersebut, tujuh melaporkan proyek penilaian dari Universitas Peking. Sejak publikasi dalam waktu 60 hari dari tanggal dari setiap unit atau individu memegang keberatan terhadap proyek dapat dilakukan secara tertulis kepada penghargaan nasional yang diusulkan. Untuk rincian, lihat penghargaan nasional menjalankan situs Web (http://www.nosta.gov.cn ) "State kantor Sains dan Teknologi Penghargaan Pemberitahuan (No. 57)

7. University of Pennsylvania United Stated

With 165 research centers and institutes, research is a substantial and esteemed enterprise at Penn. As of fiscal year 2010, the research community includes over 3,800 faculty and over 1,000 postdoctoral fellows, over 5,400 academic support staff and graduate assistants, and a research budget of $814 million. The scale and interdisciplinary character of our research activities make Penn a nationally-ranked research university.

8. Cornell University United Stated

Once called "the first American university" by educational historian Frederick Rudolph, Cornell University represents a distinctive mix of eminent scholarship and democratic ideals. Adding practical subjects to the classics and admitting qualified students regardless of nationality, race, social circumstance, gender, or religion was quite a departure when Cornell was founded in 1865.

9. Shanghai Tjiao Tong University China

Shanghai Jiaotong University, lembaga Cina tertua pendidikan tinggi, yang secara langsung berada di bawah Departemen Pendidikan, Departemen Pendidikan dan membangun sebuah universitas utama nasional di Shanghai adalah sebuah "" nasional Lima Tahun Seventh, Eighth Lima Tahun "konstruksi kunci dan" 211 Project ", "Proyek 985" pembangunan universitas pertama. Setelah 113 tahun dari upaya tak henti-hentinya, Shanghai Jiaotong University telah menjadi "yang komprehensif, penelitian berbasis internasional" domestik kelas satu, universitas internasional terkenal, dan bergerak terus ke universitas kelas dunia. Akhir abad kesembilanbelas, Sino-Jepang perang usaha, marabahaya nasional. Mr Sheng, dan sekelompok orang yang berwawasan menjunjung tinggi, "diri pertama-penyimpanan hanya dalam, pertama kali harus mendirikan sekolah reservoir" kepercayaan, tahun 1896 di Shanghai Jiaotong University, mendirikan pendahulunya - Nanyang. Sekolah pada awal sekolah yang mematuhi "pencarian kebenaran studi, industri praktis," tujuan mengembangkan bakat "kelas" sebagai tujuan, Jing Qin agresif, gigih bekerja tanpa kenal lelah, pada abad kedua puluh dan dua puluhan dan tiga puluhan telah menjadi lembaga yang terkenal pendidikan tinggi , dikenal sebagai "MIT Oriental". Perang Anti-Jepang, para guru dan siswa dengan susah payah, Inland Chongqing, mematuhi sekolah, banyak siswa Pen untuk Pedang, medan pertempuran berdarah. Menjelang pembebasan guru dan siswa berperan aktif dalam revolusi demokratis, sekolah yang dikenal sebagai benteng "demokrasi." Pendirian Baru Cina, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan ekonomi nasional, sekolah disesuaikan jumlah fakultas unggul, disiplin, lembaga-lembaga untuk mendukung pengembangan saudara dalam negeri; lima pertengahan tujuh puluhan, tanggapan sekolah untuk panggilan pembangunan bangsa barat laut Cina, setelah ke arah barat Gerakan dua sekolah, sekolah independen dan perubahan lain, untuk pembangunan sistem pendidikan tinggi Baru Cina, mempromosikan pembangunan sosialisme telah memberikan kontribusi penting

10. Yale University United Stated

Yale University comprises three major academic components: Yale College (the undergraduate program), the Graduate School of Arts and Sciences, and theprofessional schools. In addition, Yale encompasses a wide array of centers and programs, libraries, museums, and administrative support offices. Approximately 11,250 students attend Yale.

Wednesday, April 14, 2010

Distress Symptoms


  • Pounding heart
  • Teeth grinding
  • Frequent urination
  • Abdominal pain
  • Migraine headache
  • Constipation
  • Acne
  • Loss of appetite
  • Recurrent dream
  • Dry mouth
  • Sweaty palms
  • Low back pain
  • Hives
  • Diarrhea
  • Tics
  • Tendency to startle easily
  • Menstrual irregularity
  • Trembling / shaking
  • Sleep problems
  • Upset stomach
  • Headache
  • Fatigue
  • Itching skin
  • Blushing
  • Nightmare
  • “Lump in the throat
  • Sore / tense neck muscle
  • Excessive perspiration
  • Hair loss
  • Eczema

References:

· Leatz, Christine Ann. Unwinding: How To Turn Stress Into Positive Energy.

· Shafer, Walter. Stress Management for Wellness.


  • Sore muscles in limb
  • Biting fingernails / lips
  • Anxiety / feeling “uptight”
  • Cold hands or feet
  • Cold sores
  • “Tight” or sore shoulders
  • “Stuffy” sinuses
  • “Scratchy” or sore throat
  • Accident proneness
  • Absentmindedness
  • Withdrawn
  • Inability to concentrate on a task
  • Feeling depressed
  • Increased alcohol use
  • Increased smoking
  • Inability to respond sexually
  • Mental confusion
  • Crying
  • Considering suicide
  • Increased drug use
  • Can’t sit still
  • Impatience
  • Irritability
  • Hostility
  • Others

Effective Coping Behaviors

Effective Coping Behaviors

  • Physical Exercise
  • Breathing Exercise
  • Thought-Stopping Exercise
  • Massage
  • Balanced Diet
  • Talking to Friends
  • Crying
  • Yoga/ Stretching Exercise
  • Warm Baths
  • Listening to Music
  • Watching Television
  • Having Sex
  • Taking a Vacation
  • Taking Breaks
  • Giving Yourself Rewards
  • Organizing Homework/
  • Planning Work
  • Sleeping
  • Imagery Training
  • Behavior Rehearsal
  • Meditation/ Centering
  • Hobby
  • Talking to Family Members,
  • Spouse
  • Shouting
  • Biofeedback
  • Deep Muscle/
  • Progressive Relaxation
  • Hugs (getting/ giving)

  • Going to a Movie
  • Reading “Non-required Materials
  • Moderate Drinking
  • Taking Naps
  • Organizing Your Living/
  • Working Space
  • Seeking Professional Help
  • Improving Study Skills
  • Taking Classes to Improve Skills/
  • Learn New Activities
  • Reading
  • Window Shopping
  • Buying Clothes
  • Doing Arts/ Craft Activities
  • Clarifying Your Values
  • Recording Priorities
  • Thinking About Your Goals
  • Scheduling/ Budgeting Your Time
  • Playing a Sport
  • Playing with Your Children
  • Going Out with Friends
  • Using Community Services
  • Taking a Walk
  • Attending Plays, Concerts,
  • Sport Events
  • Practicing Saying No
  • Watching a Sunset/ Sunrise
  • Playing with/ Caring for a Pet
  • Tending Indoor/ Outdoor Plants

Ineffective Coping Behaviors

  • Denial / rationalization
  • Get involved in more & more work
  • “Anger trip”/ blame others or circumstances
  • “Guilt trip”/ blame self
  • Excessive caffeine consumption (coffee, tea, chocolate, cola)
  • Excessive intake of alcoholic beverages
  • Smoking (tobacco, marijuana, opium)
  • Intake of addictive drugs (tranquilizers, sleeping pills, amphetamines/”uppers”, anti-depressants, mood-altering, mind-altering)
  • Dysfunctional eating
  • Sex for its own sake
  • Impulsive spending of money
  • Uncontrolled daydreaming
  • Self isolation

Tuesday, October 20, 2009

Live in st ursula BSD 2009

Refleksi dan Follow up Live in 2009

Kegembiraan:
Jurang Jero
1. Ketika berkumpul bersama
2. Ketika bekerja tanpa ada beban
3. Kekeluargaan
4. Ada tamu
5. Merasa dihargai
6. Saat panen
7. Anak sukses
8. Kebutuhan tercukupi
9. Fasilitas tercukupi
10. Saling berbagi
11. Saling bersyukur
12. Gotong royong
Logantung
13.

Harapan
Jurang Jero
1. Tidak ada bencana
2. gk kekeringan
3. bisa dpt air
4. anak sukses
5. hasil panen baik
6. tanggul kapel diperkuat
7. memajukan kehidupan desa
8. memajukan sarana dan prasarana
9. sekolah tinggi
Logantung
10. Keberhasilan panen
11. Anak sukses
12. Dpt renovasi rumah
13.

Kecemasan
1. Kesulitan mendapatkan akses air
2. Panen gagal
3. Bencana alam
4. Sakit (Fasilitas kesehatan kurang)
5. Hasil panen rendah
6. Biaya sekolah
7. Jarak sekolah jauh
8. Sumber air
9. Tanggul Kapel yang jebol
Lo Gantung
10. Tdk bisa mengolah tanah
11. Anak merantau
12. Hasil panen tdk cukup 1 thn
13. Kegagalan panen
14. Anak muda merantau
15. Kekeringan
16. Letak geografis kering

Tantangan:
Jurang Jero
1. Pengadaan air
2. Pendidikan
3. lahan terbatas karena tanah warisan
4. transportasi hasil bumi utk ke pasar
5. penghasilan terbatas
6. hidup lebih baik


Potensi
Jurang Jero
1. Daya juang tinggi
2. Semangat tinggi
3. Solidaritas
4. rasa bersyukur
5. kemauan keras
6. fisik kuat
7. semangat gotong royong
Logantung
8. Tekun
9. Pny ladang

Action Plan
Jurang Jero
1. Mencari dana utk mendapatkan air (saluran air dan jetpump)
2. Pengumpulan pakaian layak pakai (disortir sesuai kebutuhan rumah2)
3. Mencari dana utk pondasi kapel
4. Pengumpulan dana dari anak-anak kelas XII
Logantung
5. Mengirim mainan yg mendidik
6. Menyumbangkan buku bacaan dan membuat semacam taman bacaan kecil
7. Mesin pencacah utk kompos

Pertanyaan dan jawaban
1. Masa cm menyumbang? Kl gk bs memakai gmn?
Harus ada penyuluhan
Action plan yg menyumbangkan buku bacaan dan membuat semacam taman bacaan kecil dan org tua?
Tempat blm tau, akan menghubungi org yg disana, lokasinya cari yg strategis, kontribusi qt dsn adlh menyumbangkan saja lalu ada wakil yg menyumbangkan disana.
2. Di Tobong bkin kompos: Kotoran hewan dan daun-daun kering di kumpulkan jadi 1, di musim kering membuat, kl musim hujan dipakai

Fokus utk action plan semua desa: Konsen umum di pendidikan…

Wednesday, July 29, 2009

Startegic Challenges St Ursula BSD

Strategic challenges St Ursula BSD

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, perubahan budaya –sosial, teknologi dan peradaban dapat mempengaruhi strategi pengajaran secara umum dengan adanya penyesuaian kurikulum maupun secara strategi khusus di dalam kelas. Guru sebagai sosok pemerhati, pengembang, dan pelaksana kurikulum harus memiliki karakter pendidikan yang msmpu menciptakan gaya hidup, life being system.
Beberapa hal yang perlu dimiliki pendidik :
A. Keberanian pengajar/pendidik mempertanyakan
IT :mengingat, menganalisis, mengobservasi, mensintesakan, memikirkan, dan mempertanyakan
dengan IQ untuk menjadikan ;
ME : Hubungan/relasi,
dengan EQ yang dapat ;
US : direfleksikan, dipercaya dan didoakan, dengan menggunakan SQ
Jadi IT berkaitan mengajar subjek, ME berkaitan arti hubungan/relasi sedangkan US untuk mendidik siapakan anda.
Bagaimana IT-ME-US dapat dilakukan di dalam proses pembelajaran? Ada beberapa tahapan pembelajaran anata lain :
1. Tahap pertama, pendidik perlu mengajak siswa untuk melakukan pengolahan dengan menggunakan IQ melalui kegiatan :
- mengingat (hafalan) menjadi menganalisa
- Mengobservasi menjadi mensintesakan
- Memikirkan menjadi mempertanyakan
2. Tahap kedua, pendidik perlu mengajak siswa untuk mengkaitkan antara hal-hal yang diperolehnya dari pengetahuan yang ada dengan kehidupan. Ilmu yang didapat oleh siswa tidak boleh berhenti hanya sebatas pengetahuan saja tetapi pendidikan perlu mengajak siswa menerapkan, mengkaitkan dengan realitas kehidupan mereka dalam masyarakat
3. Tahap ketiga, pendidik mengajak siswa untuk melakukan refleksi dengan melihat nilai-nilai hidup yang diperoleh dengan mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Refleksi terhadap nilai-nilai hidup-core value merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran, bukan hanya ditekankan oleh guru KWN atau agama saja tetapi semua guru perlu mengajak siswa merefleksikan nilai hidup apasaja yang diperolehnya setelah mengikuti suatu proses pembelajaran. Contoh 10 nilai hidup yang coba diterapkan pada sekolah saya, antara lain :
Kedisiplin, kejujuran, penghargaan, kepekaan, kepedulian, kerjasama, daya juang, religiositas, kemandirian dan cinta lingkungan
Dalam proses belajar mengajar pendidik perlu mempertanyakan sejauhmana pengatahuan yang diajarkan dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang ada di dalamnya sehinggan dapat bermanfaat tidak ahany bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Pada tahap ini siswa diajak tidak hanya menerima pengetahuan tetapi juga memberikan manfaatnya bagi orang lain.
Beberapa kecenderungan arah pendidikan di Indonesia adalah penekanan pada persiapkan siswa untuk kerja/karir dan menempatkan hidup pada sesuatu yang dihubungkan dengan ekonomi, system eksternal dan material. Sebenarnya akan lebih baik bila pendidikan lebih menitik beratkan pada pada bagaimana siswa mempersiapkan hidup yang bernilai (panggilan) dan menciptakan gaya hidup, life being system. Semoga kita tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat praktis dan teknis belaka.

Tuesday, July 28, 2009

Peneltian Tindakan Kelas

Teman-teman guru seindonesia, kami guru st Ursula BSD, mencoba membangun budaya sharing- berbagi pengalaman. Tulisan berisi berbagai hasil penelitian dari guru dengan disiplin ilmu yang berbeda. Kami masih belajar mohon maaf kalau hasilnya kurang memadai. Paling tidak kami sudah berbuat sesuatu untuk meningkatkan kualitas guru dan siswa. Terima kasih.
Topik Penelitian
Penilaian berbasis portofolio dalam pembelajaran Fisika di SMA kelas XI IPA
Oleh : Alex Prabu
guru Fisika SMA Santa Ursula BSD


Latar belakang

Di dalam suatu sistem pengajaran atau pelatihan bisanya setelah selesai pengajaran atau pelatihan diadakan penilaian untuk mengukur sejauhmana proses pendidikan dan pengajaran tersebut telah dikuasai oleh peserta didik atau belum. Angka atau nilai tertentu biasanya dijadikan patokan untuk menentukan penguasaan program tersebut. Jika dianggap telah menguasai maka ia dinyatakan lulus, sebaliknya jika dianggap belum menguasai maka ia dinyatakan tidak lulus. Kriteria ketuntsan belajar menjadi patokan bagi guru atau sekolah untuk menilai siswa lulus atau tidak untuk kompetensi dasar tertentu. Berdasarkan standar ketuntsan SMA Santa Ursula BSD, yaitu siswa kelas XI IPA dikatakan tuntas bila mereka mendapatkan nilai ≥ 73,00, maka misalkan siswa A mendapat nilai 70,00 pada kompetensi dasar yang diujikan maka dikatakan ia tidak tuntas dan harus mengulang sampai mencapai ketuntasan. Jika siswa B mendapat nilai 88 maka ia sudah tuntas dan boleh melanjutkan kompetensi yang berikutnya.
Ilustrasi di atas menjelaskan makna penilaian secara sempit. Mengapa dikatakan demikian? Sebab penilaian itu pada hakekat-nya tidak hanya dilakukan sesaat, akan tetapi harus dilakukan seca­ra berkala dan berkesinambungan.
Adanya berbagai kelemahan pelaksanaan penilai­an yang dilakukan sesaat dan parsial tersebut, dikembangkanlah sistem penilaian yang lebih komprehensif yang mempertimbangkan segala aspek dari peserta didik dan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Misalnya untuk menentukan nilai rapor siswa, seorang guru menyimpulkannya dari rata-rata hasil ulangan harian, ulangan umum, tugas-tugas terstruktur, catatan perilaku harian siswa dan laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. Semua indikator proses dan hasil belajar siswa itu ternyata terdapat dalam catatan atau dokumen. Salah satunya yang kami sebut di SMA Santa Ursula BSD adalah tugas kecil.
Selama ini tugas kecil sudah dilakukan namum belum pernah diteliti seberapa jauh manfaat yang dirasakan siswa dan kesulitan apasaja yang dihadapi siswa didalam membuat tugas tersebut. Sebelumnya beberapa siswa sangat antusias membuat tugas bahkan sebelum batas waktu pengumpulan ada siswa yang sudah mengumpulkan tetapi dilain pihak ada juga siswa yang kurang tertarik dan tidak pernah membuat tugas tambahan tersebut.


Pertanyaan riset
1. Mengapa siswa tertarik membuat tugas tambahan
2. Adakah manfaat bagi siswa dalam membuat tugas tambahan
3. Kesulitan apasaja yang siswa alami ketika membuat tugas tambahan
4. Apakah usulan agar tugas tambahan lebih bermanfaat dan mudah dibuat


Landasan Teori
Proses pengajaran yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar bertujuan untuk menciptakan sutau iklim belajar yang konduksif dan terus menerus. Terkadang guru yang sudah cukup lama mengajar, tanpa menyadari perlunya perubahan ataupun melihat kembali sejauhmana sistem, metode yang dipakai memberikan dampak positif bagi guru dan siswa. Menurut Paul Suparno (Riset Tindakan untuk Pendidik, 2007), mengatakan bahwa menjadikan guru atau pendidik dalam melakukan refleksi terhadap apa yang dibuat dan menjadi tugasnya sehingga tidak berjalan rutin belaka. Guru dapat mengevaluasi apa yang telah dilakukan, lalu memperbaiki kekurangannya.
Model Penilaian Berbasis Portofolio (Portfolio Based Assessment) mengacu pada sejumlah prinsip dasar penilaian. Menurut Dr. Dasim Budimansyah, M. Si. (2002), prinsip-prinsip dasar penilaian dimaksud adalah penilaian proses dan hasil, penilaian berkala dan sinambung, penilaian yang adil, dan penilaian impikasi sosial belajar.
1. Prinsip Penilaian Proses dan Hasil
Model penilaian berbasis portofolio menerapkan prinsip penilaian proses dan hasil sekaligus. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian atau catatan anekdot mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran, dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian proses misalnya menilai tugas-tugas terstruktur yang diberikan guru. Apakah tugas-tugas tersebut dikerjakan dengan baik, tidak asal jadi. Apakah untuk mengerjakan tersebut ia mempelajari lebih banyak sumber bacaan.
2. Prinsip Penilaian Berkala dan Sinambung
Model Penilaian Berbasis Portofolio menerapkan penilaian berkala. Dalam menilai hasil misalnya, secara setiap selesai satu satuan pelajaran diadakan ulangan harian dan tugas tertruktrur. Dalam menilai Tugas terstruktur sebagai tagihan misalnya, diberikan satu satuan pelajaran dan direkap setiap minggu/bulan
3. Prinsip Penilaian yang Adil
Penilaian yang baik hendaknya memperhatikan kondisi dan perbedaan-perbedaan individual Mengapa kondisi dan perbedaan-perbedaan individual perlu diperhatikan ? Karena kedua hal itu berkaitan dengan masalah keadilan. Tidak adil jika seorang siswa dinyatakan naik atau tidak naik kelas hanya berpedoman pada hasil ulangan umum misalnya, tanpa memperhitungkan kondisi dan perbedaan-perbedaan individual setiap siswa.
4. Prinsip Penilaian Implikasi Sosial Belajar
Model Penilaian Berbasis Portofolio tidak terbatas pada menilai kemampuan kognitif semata-mata, akan tetapi menilai juga kemampuan-kemampuan yang lain, termasuk di dalamnya menilai implikasi sosial belajar.
Beberapa manfaat penilaian berbasis portofolio memberikan beberapa manfaat bagi guru, antara lain :
1. Melakukan pengecekan indikator-indikator perkembangan belajar siswa.
2.Memantau perkembangan kemampuan belajar siswa, baik memantau hasil maupun proses belajarnya.
Memberikan penghargaan terhadap siswa yang perkembangan belajarnya sangat istimewa, semisal dengan cara memberikan pujian, memberikan penguatan kembali (reinforcement) kepada siswa yang memperlihatkan gejala penurunan kemampuan belajarnya, dan memberikan dorongan kepada para siswa yang kemampuan belajarnya lambat.


Metode Pengumpulan data
Metode pengumpulan data disesuaikan dengan maksud dan tujuan penelitian dan mengacu pada siklus penelitian. Ada dua siklus dalam penelitian ini
Siklus pertama
Pembelajaran di dalam kelas dan diakhiri dengan mengingatkan pembuatan tugas kecil. Setelah itu mengadakan penyebaran angket, penugasan dan pengamatan.
Siklus kedua
Untuk memperkuat dan mengecek temuan maka dilakukan wawacara bagi siswa yang selalu membuat tugas tambahan dan yang tidak membuat tugas tambahan.


Data dan analisa data
Siklus pertama

1. Pada siklus pertama peneliti melakukan pengajaran seperti biasa yang terjadi yaitu ;
- Setiap memulai KD atau bab baru, memotivasi siswa lewat pengenalan KD melalui contoh-contoh penerapan dalam teknologi keseharian siswa maupun pengembangan ilmu.
- Memberikan pertanyaan pendahuluan sebagai prasyarat KD yang akan dipelajari
- Membuat janji ulangan harian
- Melakukan pengajaran dengan berbagai metode, minimal ceramah dan diskusi
- Mengajak dan mengingatkan untuk membuat tugas kecil dan memberitahukan kapan tugas paling lambat dikumpulkan. (Siswa tidak diwajibkan untuk membuat, jadi bersifat hanya bersifat anjuran)
- Mengkomunikasikan rublik penilaian (tabel 1.2-terlampir)
Sebelum ulangan harian dimulai biasanya beberapa siswa mengumpulkan tugas kecil dan saya tidak akan menerima lagi bila dikumpulkan setelah ulangan harian selesai. Untuk KD/materi ini, ada 17 siswa mengumpulkan tugas (tabel 1.2-terlampir).
2. Melakukan pengumpulan data melalui angket
Angket disebar kepada seluruh siswa dengan katagori siswa yang pernah membuat tugas kecil dan belum pernah membuat.
Hasilnya sebagai berikut :
Siswa yang pernah membuat tugas kecil sebelumnya



Dari angket yang telah diisi, ternyata sebagian besar siswa mengerjakan tugas sehari sebelumnya padahal pemberitahuan tugas kecil ini sudah diberitahukan minimal satu minggu sebelumnya. Hal ini dikarena kebiasaan siswa menunda pekerjaan. Mereka tertarik membuat tugas tambahan ini karena adanya tambahan nilai yang diberikan, sekaligus bermanfaat menambah pemahaman konsep-konsep yang diberikan di dalam kelas dan sekalian belajar. Sumber yang paling banyak digemari oleh siswa adalah media internet. Hal ini dapat diapahami karena artikel yang di publikasikan dalam koran, majalah agak sulit untuk ditemukan.
Mengenai siapa saja yang membantu menyelesaikan tugas, ternyata sebagian besar menyelesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain, dengan cara melihat buku teori dan membuat analisa sendiri. Skor 15 poin maksimal yang diberikan oleh guru bila membuat tugas dengan baik dirasakan cukup memadai. Selanjutnya mereka merasa puas membuat tugas kecil ini, karena merasa dapat menambah pemahaman konsep, memperjelas materi, mendapat tambahan nilai, belajar menganalisis, serta merasa puas mengerjakan sendiri. Sedangkan siswa yang tidak puas lebih karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk menganalisis.
Saran dan usul mereka adalah tugas kecil tetap dilanjutkan bahkan diwajibkan pada semua siswa, namun diberikan cara menganalisis yang benar dan diberikan cara mencari sumber yang baik. Untuk penambahan nilai mereka mengusulkan agar penambahan tetap terjadi jika ulangan mereka pada KD ini sudah mendapat 100. Mengenai waktu pengumpulan tugas di lakukan 2 -3 hari setelah ulangan harian KD yang bersangkutan.
Siswa yang belum pernah membuat tugas



Bagi siswa yang belum pernah membuat tugas kecil, mereka kesulitan melakukan pembahasan dan mencari artikel yang berhubungan dengan KD/materi yang bersangkutan. Mereka juga merasa bahwa teori yang telah diberikan di dalam kelas sudah cukup memadai untuk memahami KD/materi yang dipelajari. Ketika ditanya apakah mereka berkeinginan membuat tugas kecil di kemudian hari? Sebagian ingin dan sebagian lagi tidak ingin. Tidak ingin karena kurang waktu (banyak tugas pelajaran lain), sulit memahami, malas serta koneksi internet kurang baik. Sebagai usulan mereka minta diingatkan 1 minggu sebelum waktu akhir pengumpulan dan diberikan contoh cara pembahasan.

Refleksi
Pada siklus pertama ini saya merasa bersemangat sekali mendengarkan dan melihat hasil evalusai siswa terhadap pengajaran berbasis fortopolio (saya sebut tugas kecil) karena tugas ini sudah lama saya lakukan namun belum pernah dievaluasi. Apalagi melihat bahwa siswa mendapat manfaat dari segi nilai maupun kemampuan memahami konsep dan menganlisis. Kebanyakan siswa bahkan meminta agar kegiatan ini diwajibkan pada seluruh siswa namun saya berfikir tetap saja dulu memberikan kebebasan pada siswa untuk menentukan pilihan terbaik bagi mereka. Hal ini penting agar siswa tidak terbebani dan mendidik siswa untuk mandiri. Untuk siswa yang tidak membuat tugas lebih karena mereka kurang memahami cara menganalisis dan mencari artikel. Kalau kedua hal ini diperbaiki atau diberikan contoh maka kemungkinan besar banyak siswa yang tertarik untuk membuat tugas kecil ini.
Pada pertemuan selanjutnya saya akan memberikan contoh artikel serta pembahasan yang mendapat skor tertinggi dan pembahasan dari artikel yang mendapat skor terendah.

Siklus Kedua
Materi Kompetensi dasar pada siklus pertama sudah selesai. Pada siklus kedua saya memberikan materi baru yaitu Thermodinamika. Langkah pengajaran di dalam kelas sama seperti pada siklus pertama, namun pada awal pelajaran saya memberikan contoh pembahasan dari artikel yang berasal dari salah satu siswa yang mendapat skor tertinggi dan yang terendah. Memberikan masukan hal-hal apasaja yang perlu diperbaiki agar mendapat skor tinggi. Saya juga memberikan kemungkinan topik yang menarik untuk dibahas yang berhubungan dengan materi ini. Setelah itu, mengkomunikasikan hasil angket baik yang tertarik maupun yang kurang tertarik. Pada bagian akhir, saya sekali lagi mengingatkan siswa untuk membuat tugas kecil dan mengumpulkannya pada saat paling lambat sebelum ulangan harian untuk KD/materi ini.
Pada pertemuan berikutnya, disela-sela waktu siswa latihan soal, saya melakukan wawacara dengan cara mendekat beberapa siswa. Siswa yang diwawancarai adalah siswa yang selalu membuat tugas sebanyak dua orang, dua orang jarang dan yang belum pernah dua orang. Wawancara bersifat terbuka dengan pertanyaan pokok ; bagaimana pendapat mereka tentang tugas kecil yang diberikan selama ini. ” Pak bagaimana kalo tugas ini diwajibkan saja, pak !. sebab ia melanjutkan, ” kalo tidak diwajibkan siswa merasa tidak perlu dan tidak sadar bahwa ini berguna.” demikian salah seorang siswa yang selalu membuat. Berbeda dengan siswa jarang membuat tugas, ia merasa tidak perlu diwajibkan. Menarik bagi saya, ini datang dari siswa yang tidak pernah membuat tugas, ia mengatakan bahwa,” saya akan membuat tugas terakhir kali dalam semester ini, pak! tapi bapak bantuiin ya mencari artikelnya”. Keenama siswa menilai bahwa tugas kecil ini bermanfaat dan perlu dilanjutkan lagi dengan bimbingan yang lebih terarah. Semuanya sepaham bahwa tugas ini perlu untuk menambah wawasan siswa serta membantu pemahaman dan yang lebih penting lagi mereka mendapat tambahan nilai. Tetapi mereka tetap meminta bantuan agar dijari cara menganalisis dan mencari artikel yang sesuai dengan KD/ materi yang bersangkutan.
Pada siklus kedua, siswa mengumpulkan tugas kecil, terjadi peningkatan yang cukup menggembirakan. Ada 24 siswa yang mengumpulkan tugas, padahal pada siklus pertama ada 17 siswa saja. (tabel 1.2-terlampir)
Refleksi
Pada siklus kedua ini, saya merasa diyakinkan lewat pembicaraan dengan beberapa siswa bahwa yang dilakukan selama ini sudah benar, dan sungguh dapat membantu mereka dalam pemahaman konsep dan teori yang diberikan. Itu berarti, guru sudah melakukan penilaian yang adil dan utuh tidak hanya dari sisi ulangan tertulis saja. Saya merasa senang melihat adanya peningkatan jumlah siswa yang menumpulkan tugas. Membuat siswa bersemangat dan merasa dihargai oleh guru sungguh suatu kondisi yang mengangkat harga diri dan kepercayaan siswa. Efek jangka panjangnya bahwa mereka juga akan menghargai orang lain dan tidak melakukan penilaian hanya berdasarkan data yang tunggal saja.


Kesimpulan
Dari data dan analisis data didapat bahwa metode pengajaran Fisika berbasis portofolio dalam bentuk pemberian tugas kecil cukup menarik siswa untuk mencoba memahami Fisika lebih jauh lagi, disamping mereka merasa ada manfaat mengerjakan tugas kecil karena mendapat tambahan nilai, dan siswa merasa lebih faham terhadap konsep dan teori fisika yang dijarakan dikelas. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa adalah lebih pada tehnik bagaimana melakukan analisis dan bagaimana mencari artikel yang sesuai. Sebetulnya kedua hal ini jangan sampai menjadi kendala untuk siswa. Guru dapat mengambil peran sebagai orang yang pernah melakukan analisis serta membantu siswa untuk mencarikan contoh beberapa artikel yang ada di web, portal, media cetak dan media lainnya.

Rekomendasi
Untuk guru
1. Metode portofolio dapat dipakai sebagai salah satu variasi metode pengajaran
2. Metode ini dapat dipakai untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga siswa merasa dihargai dan hasil evaluasi dapat dipercaya.
3. Untuk memulai metode ini, guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang bahan/artikel baik isinya maupun sumber artikel sehingga dapat membantu siswa yang kesulitan menganalisis maupun mencari artikel yang baik.
4. Guru sebaiknya bersifat terbuka terhadap pendapat siswa dan menghargai setiap pendapat yang mereka tulis di dalam lembar tulisan.
5. Selalu mengingatkan siswa tentang deadline dan mengikuti perkembangan tulisan mereka, dan siap membantu jika mereka mendapat kesulitan.


Daftar Pustaka

Suparno, Paul. 2007. Riset Tindakan untuk Pendidik : Jakarta :Grasindo
Dr. Dasim Budiman, M.Si. 2002. Model pembelajaran dan Penilaian : Genesindo: Bandung

Friday, June 12, 2009

Daftar peringkat PT di Indonesia

Daftar peringkat Perguruan Tinggi Di indonesia, diambil dari Paduan memilih Perguruan Tinggi versi Tempo 2009

Mungkin daftar ini terlambat tapi bisa jadi berguna bagi siswa kelas XI.
Berdasarkan tingkat awareness
PeringkatPerguruan Tinggi
1UGM
2ITB
3UI
4IPB
5USAKTI
6UNPAD
7STAN
8UNDIP
9UNAIR
10UNBRAW
11ITS
12UI
13UKI
14UNTAR
15UNIKA ATMAJAYA



PT terbaik Nasional 2009
Peringkat Perguruan Tinggi
1UI
2UGM
3ITB
4IPB
5UNPAD
6UNDIP
7UNAIR
8USAKTI
9ITS
10USU






PT terbaik JABOTABEK 2009
Peringkat Perguruan Tinggi
1UI
2UNJ
3USAKTI
4STAN
5IPB
6GUNADARMA
7UNIV. PANCASILA
8MERCU BUANA
9BUDI LUHUR
10UNIV. IBNU KHALDUN

Catatan
Universitas Indonesia (UI) unggul pada bidang tertentu, seperti ekonomi, akuntansi, ekonomi manajemen, hokum, kedokteran umum, komunikasi, psikologi, saatra dan MIPA